Aliran Al Qiyadah Jelas Sesat!
Belakangan ini muncul aliran sesat baru, yakni aliran Al Qiyadah Al Islamiyah. Aliran (Islam) sesat ini dinilai melenceng dari Islam karena beberapa hal:
1. Adanya pengakuan si ‘pendiri’ aliran, bahwa dirinya adalah Nabi dan Rasul.
2. Tidak mengakui Rasululloh SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir (dalam syahadat mereka, tidak mengikutsertakan nama Rasululloh SAW).
3. Tidak perlu menjalankan rukun Islam
4. Tidak perlu sholat 5 waktu
MUI sendiri telah menyatakan bahwa aliran ini sesat serta sudah meminta pihak kepolisian menindak tegas aliran ini. Anehnya, pihak kepolisian nampak lambat menangani kasus ini, terbukti dengan masih digelarnya kegiatan aliran sesat ini di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat.
Meski dinilai lambat, pihak kepolisian tetap menjalankan tugasnya. Mereka menangkap beberapa pengikut aliran ini yang sedang menyebarkan aliran ini ke masyarakat sekitar. Dalam pengakuannya, mereka menyatakan bahwa aliran ini adalah Islam yg sesungguhnya. Bahkan mereka menyatakan bahwa mereka sholat hanya sesuai sholatnya Rasululloh SAW yakni qiyamul lail. Aneh sekali, mereka tidak mendirikan sholat wajib, melainkan lebih memilih qiyamul lail yg hukumnya sunnah.
Dari beberapa ulama yg dimintai pendapatnya menyatakan bahwa mereka sudah jelas MURTAD alias keluar dari Islam. Para ulama bahkan ada yg lebih ekstrim lagi, mereka menyatakan agar aliran itu membuat agama baru, dan tidak mendompleng Islam. Hal ini dikarenakan Islam sudah jelas aturannya.
Bai’at dan pembacaan syahadat aliran ini benar-benar aneh dan tidak masuk akal, terlebih lagi saat mendengar wawancara dengan pendiri aliran ini. Dia menyatakan bahwa tindakannya ini (menyatakan diri sebagai nabi dan menyebarkan aliran ini) didasarkan pada peristiwa mimpi sebanyak 6 kali yang dialaminya. Bayangkan saja jika mimpi ‘manusia biasa’ dijadikan acuan. bagaimana jika ada yang mimpi menjadi Presiden Indonesia kemudian dia ‘ngotot’ jadi Presiden?.
Padahal para pengikut aliran ini mempunyai kesan orang-orang yang pintar. Tapi mengapa mereka memilih aliran sesat ini? Jawabannya, mungkin mereka merasa ‘terbelenggu’ dengan aturan dan kewajiban yang mesti mereka lakukan di Islam. Sebagai contoh, mereka tidak mau sholat 5 waktu tapi lebih memilih qiyamul lail. Dengan kata lain, mereka memilih hawa nafsu mereka dan tidak mau ‘bercape-cape’ dalam menjalankan syariat.
‘Hebatnya’, mereka malah berani menyuruh MUI dan umat Islam lain untuk bertobat dan mengikuti aliran ini! Semoga pihak kepolisian segera menindak para pengikut aliran Al Qiyadah Al Islamiyah seperti halnya yg dilakukan ke Lia Eden. Walau bagaimanapun juga, ini menambah daftar aliran sesat di Indonesia dan nabi2 palsu. (tau/bl)
Tag: Popular
Last Comments
- by: Geo -- at: 17/05/2012
- by: bosky -- at: 14/05/2012
- by: Arif -- at: 10/05/2012
- by: santoso_aja -- at: 09/05/2012
- by: matakami -- at: 07/05/2012
- by: Lab-Informatika -- at: 28/04/2012
- by: Lab-Informatika -- at: 28/04/2012
- by: Samsul Arifin -- at: 26/04/2012
- by: ridha -- at: 25/04/2012
- by: Ide Pelajar -- at: 25/04/2012






