Bentuk Kesabaran dalam Islam
Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur'an:
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)
Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.
Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:
Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.
Bentuk kesabaran ada bermacam-macam, namun sdlam Islam, setidaknya ada tiga bentuk kesabaran. Bentuk kesabaran tersebut adalah:
1. Sabar dalam menjalankan ibadah kepada Alloh SWT.
Misalnya, didalam melaksanakan ibadah sholat kita dituntut untuk sabar. Pada setiap gerakan harus ada tuma'ninah atau berhenti sejenak. Kemudian dalam jika ingin pergi melaksanakan ibadah haji, khususnya di Indonesia, kita harus sabar menunggu antrian pemberangkatannya. Ada yang harus menunggu tiga tahun untuk bisa masuk ke daftar jama'ah yang akan diberangkatkan setiap tahunnya.
2. Sabar dalam menghadapi bencana atau musibah dari Alloh SWT.
Bentuk kesabaran yang ini jelas bahwa Alloh menguji kesabaran ummatnya dengan mendatangkan bencana. Kita harus sabar dalam menghadapi dan menerimanya. Hanya dengan sabar, manusia bisa mengerti dan memahami bahwa ada hikmah yang bisa dietik dari semua itu. Dengan sabar menghadapi musibah atau mencana kita dapat lebih menginstropeksi diri serta berbuat lebih baik dimasa yang akan datang.
3. Sabar Atas nikmat dan hidayah dari Alloh SWT.
Bentuk kesabaran yang seperti ini sering tidak disadari oleh manusia. Nikmat, rezki dan sebagainya yang datang dari Alloh adalah titipan yang sebenarnya bisa dikatakan sebagai ujian. Ada orang yang diuji dengan kemiskinan dan kemelaratan. Ada juga orang yang diuji dengan kekayaan dan harta yang berlimpah. Kalau kita tidak sabar menerima dan menjalankan nikmat dari Alloh SWT, besar kemungkinan kita akan terjerumus kedalam godaan syaitan. Karena dengan uang manusia bisa berbuat apa saja didunia ini.
Demikian, sedikitnya tiga bentuk kesabaran dalam Islam. Pada intinya, bahwa sabar merupakan salah satu sifat dan karakter orang mu'min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar ini dalam hidupnya.
Sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah, marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Alloh, Alloh akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.
Tag: ISLAM Sabar blog - by: Geo -- at: 17/05/2012
- by: bosky -- at: 14/05/2012
- by: Arif -- at: 10/05/2012
- by: santoso_aja -- at: 09/05/2012
- by: matakami -- at: 07/05/2012
- by: Lab-Informatika -- at: 28/04/2012
- by: Lab-Informatika -- at: 28/04/2012
- by: Samsul Arifin -- at: 26/04/2012
- by: ridha -- at: 25/04/2012
- by: Ide Pelajar -- at: 25/04/2012






